Desa Lemahbangkulon kini telah terdaftar pada Google Maps.
fasilitas Google Maps terbukti sangat bermanfaat, khususnya bagi siapa saja yang sering melakukan perjalanan ataupun traveling, ... harus kita akui dengan adanya fasilitas tersebut akan sangat membantu / memudahkan kita dalam mencari lokasi / alamat yang kita tuju, bahkan Google Maps dapat membantu memberikan alternatif jalur / jalan yang lebih dekat. dan yang lebih menggembirakan lagi yaitu kita dapat mengakses Google Map melalui Android kita. Salut buat Google Maps....
Desa Lemahbangkulon
Senin, 07 September 2015
Minggu, 06 April 2014
Cagar Budaya "Situs Makam Lastono"
SITUS MAKAM LASTONO
Makam Lastono, yang diyakini oleh sebagian orang, khususnya para sesepuh Desa Lemahbangkulon sebagai Petilasan Syeh Siti Jenar, telah resmi diakui oleh Dinas Pariwisata dan tercatat sebagai salah satu Situs Cagar Budaya Kabupaten Banyuwangi.
Situs ini berada kurang lebih 200 m, di sebelah utara Kantor Desa Lemahbangkulon, tepatnya di Dusun Sukorejo RT.01 RW.01 Desa Lemahbangkulon Kec. Singojuruh Kab. Banyuwangi.
DESA LEMAHBANGKULON
1.
Asal Usul Desa Lemahbangkulon
Konon
pada jaman Kerajaan Islam Pertama di tanah jawa yaitu Kerajaan Demak yang
dipimpin oleh Raden Patah dan
dibantu oleh para penasehat yang dikenal dengan sebutan Wali songo, Sesungguhnya jumlah wali ditanah Jawa ada 10
orang, salah satunya adalah Syekh Siti Jenar karena ajarannya dianggap menyesatkan maka
beliau dihukum mati oleh para wali lainnya. Semasa Hidupnya Syekh Siti Jenar
senang mengembara untuk menyebarkan ajaran agama islam ke penjuru Nusantara , konon
pada tahun 1303 M Syekh Siti Jenar pernah tinggal di salah satu tempat di wilayah Blambangan ( Banyuwangi )
yaitu di Lemahbang , kata Lemahbang sendiri diambil dari sebutan Syekh Siti
Jenar sebagai Pangeran Lemah Abang ( Siti= Lemah/tanah, Jenar = Abang/merah ) dan tempat yang diyakini oleh Penduduk Desa
Lemahbangkulon sebagai tempat tinggal Syekh Siti Jenar itu disebut LASTONO yang terletak kurang
lebih 200 m sebelah utara Kantor Desa Lemahbangkulon, kata lastono sendiri berasal kata Tilas dan Ono, Tilas artinya
Bekas, dan ono artinya ada ( jadi bekas tempat tinggal Syekh Siti Jenar masih
ada yaitu di pemakaman LASTONO ). Sejalan dengan perkembangan Jaman didaerah
sekitar Lastono banyak dihuni oleh murid santri Syekh Siti Jenar dan para pendatang yang ingin menimba ilmu kepada
Syekh Siti Jenar, para santri dan pengikut Syekh Siti Jenar disebut Kaum Lemah
Abang dan tempat tinggalnya disebut Dukuh Lemah Abang yang dikenal sampai saat
ini dengan sebutan Desa Lemahbang.
Semasa
penjajahan Belanda di Wilayah Blambangan terjadi perlawanan yang sangat sengit
melawan pendudukan Belanda atas Bumi Blambangan yang terkenal dengan perang PUPUTAN
BAYU, dan rakyat Lemahbangkulon ikut berperan dalam peperangan tersebut di
bawah pimpinan seorang bekel ( kepala pedukuhan ) Ki Mas RENTEP ( 1771 – 1772) seorang pengawal Pangeran JOGOPATI REMPEG yaitu salah satu
panglima perang pada peristiwa perang Puputan Bayu, Ki Mas Rentep membangun
benteng pertahanan di Dusun Lemahbang Kidul ( Sekarang Dusun Krajan Kidul )
yang diberi nama benteng TEMBOK (
sekarang sawah H. MOCH. ISKANDAR ) karena daerah Lemahbang merupakan garis
terdepan dalam menghadapi penjajah Belanda yang mendirikan benteng di Lateng Kecamatan Rogojampi.
Sepeninggal
Ki Mas Rentep Lemahbangkulon di pimpin oleh seorang Bekel yang bernama KI SUKO SUTOWIDJOYO ( Tahun 1846 ) yang
berkedudukan di dusun Sukorejo, Ki Suko
Sutowidjoyo terus melanjutkan perjuangan
Ki Mas Rentep dengan mendirikan Balai Suko ( semacam sanggar kesenian )
yang digunakan sebagai sarana pertemuan bagi para pejuang untuk melawan
penjajah, Balai Suko semakin hari semakin terkenal dan ramai ( Rejo ) sehingga
tempat disekitar BALAI SUKO dikenal dengan sebutan kampung SUKOREJO sampai sekarang merupakan salah satu wilayah Desa
Lemahbangkulon, setiap tanggal 7 syawal di Balai Suko selalu diadakan kegiatan
pembacaan lontar dan melakukan ider bumi ( keliling kampung ) dengan membaca
Istighfar untuk memohon ampunan dan doa keselamatan kepada Tuhan YME. Kegiatan
ini dilaksanakan sampai sekarang dan oleh Penduduk Dusun Sukorejo Desa
Lemahbangkulon lebih dikenal dengan sebutan kegiatan BERSIH DUSUN.
Dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda
Ki Suko
Sutowidjoyo dan pengikutnya selalu membangunan
alangan alangan ( jebakan/ rintangan ) dan tempat pembuatan jebakan tersebut
lebih dikenal dengan kampung Lalangan ( berasal dari kata alangan/rintangan )
sekarang dikenal dengan Dusun Talangrejo salah satu wilayah dusun di Desa Lemahbangkulon.
Pada
Tahun 1890 -
1900 Lemahbang dipimpin oleh seorang Kades yang sangat terkenal Kekayaanya yaitu kades DJOYOREKSO.
Pada
tahun 1911 – 1920 Lemahbangkulon dipimpin oleh seorang Kades yang bernama ACHMAD DJOYOREKSO
.
Pada
tahun 1921 – 1930 Lemahbangkulon dipimpin oleh Kades ABDURAHMAN REKSODJOYO, beliau terkenal sebagai Kades yang sangat
membela kepentingan Negara dengan seringkali memberi perlindungan kepada para
Pejuang bangsa sehingga beliau dijebloskan dalam penjara oleh Penjajah Belanda.
Pada tahun 1931 – 1940 Lemahbangkulon dipimpin
oleh Seorang Kades yang bernama SUUD REKSODJOYO.
Pada
tahun 1941 Suud Reksodjoyo diganti oleh Kades SUKAM DJOYOREKSO , Kades
Sukam Djoyorekso memimpin Desa Lemahbangkulon sampai dengan tahun 1949,
sepeninggal Kades Sukam Djoyorekso digantikan oleh adiknya yang bernama API SUTOWIDJOYO ( 1949-1953 ).
Pada
tahun 1953 – 1960 desa Lemahbangkulon dipimpin oleh Kades SAPII, dimasa kepemimpinan Kades Sapii , rakyat desa Lemahbangkulon
membuat Lapangan olah raga dan gedung
Sekolah Rakyat ( sekarang SDN I Lemahbangkulon ).
Pada
tahun 1960 Kades
Sapii diganti Kades SUWORO
TIRTO DJOYO MULYO ( 1960
– 1978 ).
Pada
tahun 1978 – 1986 desa Lemahbangkulon dipimpin oleh Kades HARUN.
Pada
tahun 1986 Kades Harun digantikan oleh BAMBANG
GUNAWAN melalui proses pemilihan, Bambang Gunawan menjabat Kepala Desa Lemahbangkulon
tahun 1986 s/d tahun 1994.
Pada
tahun 1994 – 2002 Desa Lemahbangkulon dipimpin oleh Kepala Desa hasil pemilihan
yaitu Bapak SALEHAN, Pada masa
kepemimpinan bapak Salehan beliau sangat antusias terhadap kemajuan Desanya ,
beliau berhasil membangunan jembatan TUBAN II yang menghubungkan Dusun Sukorejo
Desa Lemahbangkulon dengan Dusun Barurejo Desa Lemahbangkulon dan Dusun
Blumbang Lor Desa singolatren melalui swadaya masyarakat pada tahun 1996.
Pada
tahun 2002 masa jabatan bapak Salehan kurang 2 bulan beliau meninggal dunia
dengan meninggalkan bangunan jembatan Lastono yang sudah dikerjakan oleh Bapak
Salehan 40 % .
Pada tahun 2003 – 2013 Desa Lemahbangkulon
dipimpin oleh Kepala Desa Drs.SUBANDIYO
dari hasil pemilihan Kepala Desa pada bulan maret tahun 2003, Kades Drs.SUBANDIYO melanjutkan pembuatan
jembatan LASTONO dan pembebasan
tanah untuk jalan tembus menuju ke jembatan LASTONO. Membangun plengsengan di Dusun
Barurejo dan merehab
total Kantor dan Balai Desa
Lemahbangkulon yang berdiri megah hingga saat ini.
Pada
tahun 2013 hingga sekarang Desa Lemahbangkulon
dipimpin oleh Kepala Desa AGIN SUNYOTO dari hasil pemilihan Kepala Desa untuk periode (2013-2019).
( Narasumber : Sesepuh
Desa Lemahbangkulon
)
2. Sejarah Pembangunan Desa
Pada tahun 1772, dibawah pimpinan Bekel Ki
Mas RENTEP telah dibangun benteng TEMBOK di Dusun Lemahbang Kidul ( Dusun
Krajan Kidul ) untuk mengadakan perlawanan terhadap Penjajah Belanda yang
membuat Benteng di Desa Lateng Kecamatan Rogojampi pada waktu perang PUPUTAN
BAYU.
Pada tahun 1846, dibawah pimpinan Ki SUKO
SUTOWIDJOYO tetap melanjutkan perjuangan Ki Mas RENTEP, Beliau membangun Balai
SUKO (semacam Sanggar Kesenian) sebagai
sarana pertemuan bagi para Pejuang untuk merencanakan serangan-serangan
terhadap Penjajah Belanda.
Pada tahun 1953 - 1960, dibawah pimpinan
Kades SAPII telah dibangun fasilitas desa antara lain :
1.
Lapangan olah raga.
2.
Pada tahun 1957 untuk
mencukupi sarana kebutuhan pendidikan bagi anak-anak Desa Lemahbangkulon telah
membangun gedung Sekolah Rakyat ( sekarang SDN Lemahbangkulon 1 )
Pada tahun 1960, Kades SAPII diganti oleh
Kades SUWORO TIRTO DJOYO MULYO, semasa kepemimpinan beliau telah dibangun :
1.
Kanal Saluran Air
sepanjang 20 meter yang melintasi Kali Tuban untuk mengairi sawah di Dusun Krajan
Kidul.
2.
Pada tahun 1976 untuk
menunjang Program Pemerintah tentang Pendirian SD INPRES dengan membebaskan
tanah sebagai tempat untuk mendirikan bangunan SD INPRES ( sekarang SDN II
Lemahbangkulon ) yang terletak di dusun Sukorejo
3.
Pada tahun 1977 beliau
bersama rakyat Desa Lemahbangkulon mendirikan Balai Desa
Pada tahun 1978 Kades SUWORO digantikan
oleh PJ Kepala Desa Bapak HARUN, semasa kepemimpinan Kades HARUN telah dibangun
Fasilitas Desa antara lain :
1.
Pembuatan Pagar Tembok
keliling di Lapangan Desa Lemahabngkulon
2.
Pembuatan Got saluran
air di jalan lingkar Dusun Sukorejo
3.
Pembebasan tanah untuk
Pembangunan SD INPRES di Dusun Krajan
Lor ( sekarang SDN Lemahbangkulon 3 )
Pada
tahun 1986 Kades HARUN diganti oleh Kades BAMBANG GUNAWAN semasa kepemimpinan
beliau telah dibangun :
1.
Pembuatan jembatan di
Dusun Barurejo
2.
Pembuatan Pagar Balai
Desa Lemahbangkulon
3.
Memotivasi Pembuatan
Balai Dusun Sukorejo dan Balai Dusun Talangrejo.
Pada tahun
1994 Kades BAMBANG GUNAWAN digantikan oleh Kades SALEHAN, semasa kepemimpinan
Kades SALEHAN telah dibangun antara lain :
1.
Jembatan Tuban 2 yang
menghubungkan Dusun Sukorejo dan Dusun Barurejo Desa Lemahbangkulon dan Dusun
Blumbang lor Desa Singolatren yang didanai oleh swadaya murni masyarakat Desa
Lemahangkulon dengan biaya kurang lebih Rp. 80.000.000,- ( delapan juta rupiah
)
2.
Pagar Tembok Makam
Dusun Krajan Lor
3.
Memotivasi pembangunan
Balai Dusun di Dusun Krajan Lor dan Dusun Barurejo
4.
Melaksanakan
Pembangunan Jembatan Lastono ( mencapai 40 % )
5.
Melaksanakan Program
Pemerintah dengan mengadakan Plesterisasi rumah-rumah yang kurang layak pakai
6.
Memotivasi Pembangunan
Masjid Jami’ Al – Bahri Dusun Sukorejo yang sampai sekarang masih tetap
dilaksanakan
Pada tahun 2003 - 2013 Desa Lemahabangkulon dipimpin oleh
Kades Drs. SUBANDIYO, dibawah kepemimpinan Kades Drs.SUBANDIYO telah membangun
fasilitas Desa antara lain :
1.
Pembuatan Plengsengan
penahan air bah di Dusun Barurejo Desa Lemahbangkulon.
2.
Melaksanakan
pembebasan tanah untuk pembuatan jalan tembus ke jembatan LASTONO.
3.
Melanjutkan
penyelesaian pembangunan Jembatan LASTONO.
4.
Pembuatan plengsengan
penahan berem di Dusun Krajan Kidul.
5.
Turut mensukseskan peningkatan
jalan Desa sepanjang 1.428 meter melalui program PKPS BBM.
6.
Mengadakan rehab Balai
dan Kantor Desa Lemahabangkulon.
Pada pertengahan Tahun 2013
hingga sekarang Desa Lemahabangkulon dipimpin oleh
Kades AGIN SUNYOTO, yang akan memimpin Desa
Lemahbangkulon Periode Tahun 2013-2019. Dibawah pimpinan beliau masyarakat
sangat berharap dapat membawa Desa Lemahbangkulon menuju Desa yang maju, makmur
dan sejahtera.
( Narasumber : Sesepuh
Desa Lemahbangkulon
)
Label:
asal usul desa,
desa,
lemahbangkulon,
pembangunan desa
Lokasi:
Indonesia
Langganan:
Komentar (Atom)



